
yesterday's story.
kadang ekspresi teman2 saya (yang tidak semuanya arsitek) cukup membuat saya bingung untuk menjawab pertanyaan mereka tentang desain urban. tapi tentu wajar mereka memiliki banyak tanda tanya dalam hati mengingat wacana tentang desain urban di indonesia belum lama terdengar - baru banyak diangkat setelah pusat studi urban desain di bandung menunjukkan eksistensinya, atau setelah seorang ridwan kamil dengan cerdas menyampaikan ide2 tentang kota ke masyarakat luas melalui berbagai media.
tapi mungkin ini salah terjemahannya juga kali yaa.. umumnya urban design diterjemahkan menjadi rancang kota. jadi pasti banyak yang terpeleset untuk mengasosiasikan perancangan kota dengan perencanaan kota (planologi), yang notabene cukup jauh berbeda lingkupnya, walau tujuannya kurang lebih sama, dan memiliki concern yang (harusnya) sama terhadap ruang kota.
saya sendiri lebih suka untuk menjelaskan desain urban dari makna bahasanya. kata 'urban' sangat erat kaitannya dengan densitas, sehingga pertanyaan yang mendasar dari teman2 umumnya saya jawab dengan 'desain di kawasan berdensitas tinggi'. lalu biasanya kalau lawan bicara saya (agak2) tertarik pada topik ini dengan parameter kata tanya 'trus?', penjelasan berlanjut dengan 'hmm.. ya jadi yang di pelajari adalah logika desain seperti apa yang harus dimunculkan saat kita mendapat tugas untuk mendesain di kawasan berdensitas tinggi -umumnya diartikan sebagai kota-. desain seperti apa sih yang dapat membantu menciptakan ruang kota yang manusiawi.'
umumnya, penjelasan paling mudah adalah dengan mengajukan contoh2 desain yang salah, yang mematikan ruang kota, yang sudah menjadi bagian dari keseharian kita semua. tentunya untuk diperbandingkan dengan contoh yang benar yaa.. dan di negeri kita tampaknya tidaklah sulit untuk mencari contoh salah.. biasanya contoh paling mudah dan umum dialami adalah menjelaskan beberapa desain arsitektur yang anti urban; misalnya:fungsi non-publik di lantai dasar, kapling-kapling egois, serta parkir dan drop-off di halaman depan.
tapi terus terang saya menikmati dan dengan senang hati akan menjawab dan menjelaskan dengan mata berbinar penuh semangat bila teman dekat bertanya dan penasaran, karena terkadang pertanyaan-pertanyaan dari teman2 yang awam -tidak bersentuhan dengan desain- menyentil hal2 mendasar yang kadang terlupakan (trims berat untuk yang pernah bertanya!). makin banyak teman yang pernah mendengar dan mengerti (walau sedikit saja) sudah cukup bagus untuk menumbuhkan kepedulian kita untuk terus berkarya mencipta ruang yang mampu memberi kontribusi bagi ruang kota, sekecil apapun kontribusi tsb. karena butuh beberapa siput untuk menang balapan melawan kancil.
No comments:
Post a Comment